Laman

Jumat, 23 Maret 2012

Sejarah Perkembangan Teori Ekonomi


Sejarah Perkembangan Teori Ekonomi

adalah suatu pemikiran kapitalisme yang terlebih dahulu yang harus dilacak melalui sejarah perkembangan pemikiran ekonomi dari era Yunani kuno sampai era sekarang. Aristoteles adalah yang pertama kali memikirkan tentang transaksi ekonomi dan membedakan di antaranya antara yang bersifat "natural" atau "unnatural". Transaksi natural terkait dengan pemuasan kebutuhan dan pengumpulan kekayaan yang terbatasi jumlahnya oleh tujuan yang dikehendakinya. Transaksi un-natural bertujuan pada pengumpulan kekayaan yang secara potensial tak terbatas. Dia menjelaskan bahwa kekayaan unnatural tak berbatas karena dia menjadi akhir dari dirinya sendiri ketimbang sebagai sarana menuju akhir yang lain yaitu pemenuhan kebutuhan. Contoh dati transaksi ini disebutkan adalah perdagangan moneter dan retail yang dia ejek sebagai "unnatural" dan bahkan tidak bermoral. Pandangannya ini kelak akan banyak dipuji oleh para penulis Kristen di Abad Pertengahan.
Aristotles juga membela kepemilikan pribadi yang menurutnya akan dapat memberi peluang seseorang untuk melakukan kebajikan dan memberikan derma dan cinta sesama yang merupakan bagian dari “jalan emas” dan “kehidupan yang baik ala Aristotles.
Chanakya (c. 350-275 BC) adalah tokoh berikutnya. Dia sering mendapat julukan sebagai Indian Machiavelli. Dia adalah professor ilmu politik pada Takshashila University dari India kuno dan kemudian menjadi Prime Minister dari kerajaan Mauryan yang dipimpin oleh Chandragupta Maurya. Dia menulis karya yang berjudul Arthashastra (Ilmu mendapatkan materi) yang dapat dianggap sebagai pendahulu dari Machiavelli's The Prince. Banyak masalah yang dibahas dalam karya itu masih relevan sampai sekarang, termasuk diskusi tentang bagaiamana konsep manajemen yang efisien dan solid, dan juga masalah etika di bidang ekonomi. Chanakya juga berfokus pada isu kesejahteraan seperti redistribusi kekayaan pada kaum papa dan etika kolektif yang dapat mengikat kebersamaan masyarakat.
Tokoh pemikir Islam juga memberikan sumbangsih pada pemahaman di bidang ekonomi. ibn Khaldun dari Tunis (1332–1406) menulis masalah teori ekonomi dan politik dalam karyanya Prolegomena, menunjukkan bagaimana kepadatan populasi adalah terkait dengan pembagian tenaga kerja yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang sebaliknya mengakibatkan pada penambahan populasi dalam sebuah lingkaran. Dia juga memperkenalkan konsep yang biasa disebut dengan Khaldun-Laffer Curve (keterkaitan antara tingkat pajak dan pendapatan pajak dalam kurva berbentuk huruf U).
Perintis pemikiran barat di bidang ekonomi terkait dengan debat scholastic theological selama Middle Ages. Masalah yang penting adalah tentang penentuan harga barang. Penganut Katolik dan Protestan terlibat dalam perdebatan tentang apa itu yang disebut “harga yang adil” di dalam ekonomi pasar. Kaum skolastik Spanyol di abad 16 mengatakan bahwa harga yang adil tak lain adalah harga pasar umum dan mereka umumnya mendukung filsafat laissez faire.
Selanjutnya pada era Reformation pada 16th century, ide tentang perdagangan bebas muncul yang kemudian diadopsi secara hukum oleh Hugo de Groot atau Grotius. Kebijakan ekonomi di Europe selama akhir Middle Ages dan awal Renaissance adalah memberlakukan aktivitas ekonomi sebagai barang yang ditarik pajak untuk para bangsawan dan gereja. Pertukaran ekonomi diatur dengan hukum feudal seperti hak untuk mengumpulkan pajak jalan begitu juga pengaturan asosiasi pekerja (guild) dan pengaturan religious dalam masalah penyewaan. Kebijakan ekonomi seperti itu didesain untuk mendorong perdagangan pada wilayah tertentu. Karena pentingnya kedudukan sosial, aturan-aturan terkait kemewahan dijalankan, pengaturan pakaian dan perumahan meliputi gaya yang diperbolehkan, material yang digunakan dan frekuensi pembelian bagi masing-masing kelas yang berbeda.
Niccolò Machiavelli dalam karyanya The Prince adalah penulis pertama yang menyusun teori kebijakan ekonomi dalam bentuk nasihat. Dia melakukannya dengan menyatakan bahwa para bangsawan dan republik harus membatasi pengeluarannya, dan mencegah penjarahan oleh kaum yang punya maupun oleh kaum kebanyakan. Dengan cara itu maka negara akan dilihat sebagai “murah hati” karena tidak menjadi beban berat bagi warganya. Selama masa Early Modern period, mercantilists hampir dapat merumuskan suatu teori ekonomi tersendiri. Perbedaan ini tercermin dari munculnya negara bangsa di kawasan Eropa Barat yang menekankan pada balance of payments.
Tahap ini kerapkali disebut sebagai tahap paling awal dari perkembangan modern capitalism yang berlangsung pada periode antara abad 16th dan 18th, kerap disebut sebagai merchant capitalism dan mercantilism. Babakan ini terkait dengan geographic discoveries oleh merchant overseas traders, terutama dari England dan Low Countries; European colonization of the Americas; dan pertumbuhan yang cepat dari perdagangan luar negeri. Hal ini memunculkan kelas bourgeoisie dan menenggelamkan feudal system yang sebelumnya.
Merkantilisme adalah sebuah sistem perdagangan untuk profit, meskipun produksi masih dikerjakan dengan non-capitalist production methods. Karl Polanyi berpendapat bahwa capitalism belum muncul sampai berdirinya free trade di Britain pada 1830s.
Di bawah merkantilisme, European merchants, diperkuat oleh sistem kontrol dari negara, subsidies, and monopolies, menghasilkan kebanyakan profits dari jual-beli bermacam barang. Dibawah mercantilism, guilds adalah pengatur utama dari ekonomi. Dalam kalimat Francis Bacon, tujuan dari mercantilism adalah :
"the opening and well-balancing of trade; the cherishing of manufacturers; the banishing of idleness; the repressing of waste and excess by sumptuary laws; the improvement and husbanding of the soil; the regulation of prices…"
Di antara berbagai mercantilist theory salah satunya adalah bullionism, doktrin yang menekankan pada pentingnya akumulasi precious metals. Mercantilists berpendapat bahwa negara seharusnya mengekspor barang lebih banyak dibandingkan jumlah yang diimport sehingga luar negeri akan membayar selisihnya dalam bentuk precious metals. Mercantilists juga berpendapat bahwa bahan mentah yang tidak dapat ditambang dari dalam negeri maka harus diimport, dan mempromosikan subsidi, seperti penjaminan monopoli protective tariffs, untuk meningkatkan produksi dalam negeri dari manufactured goods.
Para perintis mercantilism menekankan pentingnya kekuatan negara dan penaklukan luar negeri sebagai kebijakan utama dari economic policy. Jika sebuah negara tidak mempunyai supply dari bahan mentahnnya maka mereka harus mendapatkan koloni darimana mereka dapat mengambil bahan mentah yang dibutuhkan. Koloni berperan bukan hanya sebagai penyedia bahan mentah tapi juga sebagai pasar bagi barang jadi. Agar tidak terjadi suatu kompetisi maka koloni harus dicegah untuk melaksanakan produksi dan berdagang dengan pihak asing lainnya.
Selama the Enlightenment, physiocrats Perancis adalah yang pertama kali memahami ekonomi berdiri sendiri. Salah satu tokoh yang terpenting adalah Francois Quesnay. Diagram ciptaannya yang terkenal, tableau economique, oleh kawan-kawannya dianggap sebagai salah satu temuan ekonomi terbesar setelah tulisan dan uang. Diagram zig-zag ini dipuji sebagai rintisan awal bagi pengembangan banyak tabel dalam ekonomi modern, ekonometrik, multiplier Keynes, analisis input-output, diagram aliran sirkular dan model keseimbangan umum Walras.
Tokoh lain dalam periode ini adalah Richard Cantillon, Jaques Turgot, dan Etienne Bonnot de Condillac. Richard Cantillon (1680-1734) oleh beberapa sejarawan ekonomi dianggap sebagai bapak ekonomi yang sebenarnya. Bukunya Essay on the Naturof Commerce ini General (1755, terbit setelah dia wafat) menekankan pada mekanisme otomatis dalam pasar yakni penawaran dan permintaan, peran vital dari kewirausahaan, dan analisis inflasi moneter “pra-Austrian” yang canggih yakni tentang bagaimana inflasi bukan hanya menaikkan harga tetapi juga mengubah pola pengeluaran.
Jaques Turgot (1727-81) adalah pendukung laissez faire, pernah menjadi menteri keuangan dalam pemerintahan Louis XVI dan membubarkan serikat kerja (guild), menghapus semua larangan perdagangan gandum dan mempertahankan anggaran berimbang. Dia terkenal dekat dengan raja meskipun akhirnya dipecat pada 1776. Karyanya Reflection on the Formation and Distribution of Wealth menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang perekonomian. Sebagai seorang physiocrats, Turgot membela pertanian sebagai sektor paling produktif dalam ekonomi. Karyanya yang terang ini memberikan pemahaman yang baik tentang preferensi waktu, kapital dan suku bunga, dan peran enterpreneur-kapitalis dalam ekonomi kompetetitif.
Etienne Bonnot de Condillac (1714-80) adalah orang yang membela Turgot di saat-saat sulit tahun 1775 ketika dia menghadapi kerusuhan pangan saat menjabat sebagai menteri keuangan. Codillac juga merupakan seorang pendukung perdagangan bebas. Karyanya Commerce and Government (terbit sebulan sebelum The Wealth of Nation, 1776) mencakup gagasan ekonomi yang sangat maju. Dia mengakui manufaktur sebagai sektor produktif, perdagangan sebagai representasi nilai yang tak seimbang dimana kedua belah pihak bisa mendapat keuntungan, dan mengakui bahwa harga ditentukan oelh nilai guna, bukan nilai kerja.
Tokoh lainnya, Anders Chydenius (1729–1803) menulis buku The National Gain pada 1765 yang menerangkan ide tentang kemerdekaan dalam perdagangan dan industri dan menyelidiki hubungan antara ekonomi dan masyarakat dan meletakkan dasar liberalism, sebelas tahun sebelum Adam Smith menulis hal yang sama namun lebih komprehensif dalamThe Wealth of Nations. Menurut Chydenius, democracy, kesetaraan dan penghormatan pada hak asasi manusia adalah jalan satu-satunya untuk kemajuan dan kebahagiaan bagi seluruh anggota masyarakat.
Mercantilism mulai menurun di Great Britain pada pertengahan 18th, ketika sekelompok economic theorists, dipimpin oleh Adam Smith, menantang dasar-dasar mercantilist doctrines yang berkeyakinan bahwa jumlah keseluruhan dari kekayaan dunia ini adalah tetap sehingga suatu negara hanya dapat meningkatkan kekayaannya dari pengeluaran negara lainnya. Meskipun begitu, di negara-negara yang baru berkembang seperti Prussia dan Russia, dengan pertumbuhan manufacturing yang masih baru, mercantilism masih berlanjut sebagai paham utama meskipun negara-negara lain sudah beralih ke paham yang lebih baru.
Pemikiran ekonomi modern biasanya dinyatakan dimulai dari terbitnya Adam Smith's The Wealth of Nations, pada 1776, walaupun pemikir lainnya yang lebih dulu juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit. Ide utama yang diajukan oleh Smith adalah kompetisi antara berbagai penyedia barang dan pembeli akan menghasilkan kemungkinan terbaik dalam distribusi barang dan jasa karena hal itu akan mendorong setiap orang untuk melakukan spesialisasi dan peningkatan modalnya sehingga akan menghasilkan nilai lebih dengan tenaga kerja yang tetap. Smith's thesis berkeyakinan bahwa sebuah sistem besar akan mengatur dirinya sendiri dengan menjalankan aktivits-aktivitas masing-masing bagiannya sendiri-sendiri tanpa harus mendapatkan arahan tertentu. Hal ini yang biasa disebut sebagai "invisible hand" dan masih menjadi pusat gagasan dari ekonomi pasar dan capitalism itu sendiri.
Smith adalah salah satu tokoh dalam era Classical Economics dengan kontributor utama John Stuart Mill and David Ricardo. John Stuart Mill, pada awal hingga pertengahan abad 19th, berfokus pada "wealth" yang didefinisikannya secara khusus dalam kaitannya dengan nilai tukar obyek atau yang sekarang disebut dengan price.
Pertengahan abad 18th menunjukkan peningkatan pada industrial capitalism, memberi kemungkinan bagi akumulasi modal yang luas di bawah fase perdagangan dan investasi pada mesin-mesin produksi. Industrial capitalism, yang dicatat oleh Marx mulai dari pertigaan akhir abad 18th, menandai perkembangan dari the factory system of manufacturing, dengan ciri utama complex division of labor dan routinization of work tasks; dan akhirnya memantapkan dominasi global dari capitalist mode of production.
Hasil dari proses tersebut adalah Industrial Revolution, dimana industrialist menggantikan posisi penting dari merchant dalam capitalist system dan mengakibatkan penurunan traditional handicraft skills dari artisans, guilds, dan journeymen. Juga selam masa ini, capitalism menandai perubahan hubungan antara British landowning gentry dan peasants, meningkatkan produksi dari cash crops untuk pasar lebih daripada yang digunakan untuk feudal manor. Surplus ini dihasilkan dengan peningkatan commercial agriculture sehingga mendorong peningkatan mechanization of agriculture.
Peningakatan industrial capitalism juga terkait dengan penurunan mercantilism. Pertengahan hingga akhir abad sembilan belas Britain dianggap sebagai contoh klasik dari laissez-faire capitalism. Laissez-faire mendapatkan momentum oleh mercantilism di Britain pada 1840s dengan persetujuan Corn Laws dan Navigation Acts. Sejalan dengan ajaran classical political economists, dipimpin oleh Adam Smith dan David Ricardo, Britain memunculkan liberalism, mendorong kompetisi dan perkembangan market economy.
Pada abad 19th, Karl Marx menggabungkan berbagai aliran pemikiran meliputi distribusi sosial dari sumber daya, mencakup karya Adam Smith, juga pemikiran socialism dan egalitarianism, dengan menggunakan pendekatan sistematis pada logika yang diambil dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel untuk menghasilkan Das Kapital. Ajarannya banyak dianut oleh mereka yang mengkritik ekonomi pasar selama abad 19th dan 20th. Ekonomi Marxist berlandaskan pada labor theory of value yang dasarnya ditanamkan oleh classical economists (termasuk Adam Smith) dan kemudian dikembangkan oleh Marx. Pemikiran Marxist beranggapan bahwa capitalism adalah berlandaskan pada exploitation kelas pekerja: pendapatan yang diterima mereka selalu lebih rendah dari nilai pekerjaan yang dihasilkannya, dan selisih itu diambil oleh capitalist dalam bentuk profit.
Pada akhir abad 19th, kontrol dan arah dari industri skala besar berada di tangan financiers. Masa ini biasa disebut sebagai "finance capitalism," dicirikan dengan subordination proses produksi ke dalam accumulation of money profits dalam financial system. Penampakan utama capitalism pada masa ini mencakup establishment of huge industrial cartels atau monopolies; kepemilikan dan management dari industry oleh financiers berpisah dari production process; dan pertumbuhan dari complex system banking, sebuah equity market, dan corporate memegang capital melalui kepemilikan stock. Tampak meningkat juga industri besar dan tanah menjadi subject of profit dan loss oleh financial speculators. Akhir abad 19th juga muncul "marginal revolution" yang meningkatkan dasar pemahaman ekonomi mencakup konsep-konsep seperti marginalism dan opportunity cost. Lebih lanjut, Carl Menger menyebarkan gagasan tentang kerangka kerja ekonomi sebagai opportunity cost dari keputusan yang dibuat pada margins of economic activity.
Akhir 19th dan awal 20th capitalism juga disebutkan segagai era "monopoly capitalism," ditandai oleh pergerakan dari laissez-faire phase of capitalism menjadi the concentration of capital hingga mencapai large monopolistic atau oligopolistic holdings oleh banks and financiers, dan dicirikan oleh pertumbuhan corporations dan pembagian labor terpisah dari shareholders, owners, dan managers.
Perkembangan selanjutnya ekonomi menjadi lebih bersifat statistical, dan studi tentang econometrics menjadi penting. Statistik memperlakukan price, unemployment, money supply dan variabel lainnya serta perbandingan antar variabel-variabel ini, menjadi sentral dari penulisan ekonomi dan menjadi bahan diskusi utama dalam lapangan ekonomi. Pada quarter terakhir abad 19th, kemunculan dari large industrial trusts mendorong legislation di U.S. untuk mengurangi monopolistic tendencies dari masa ini. Secara berangsur-angsur, U.S. federal government memainkan peranan yang lebih besar dalam menghasilkan antitrust laws dan regulation of industrial standards untuk key industries of special public concern. Pada akhir abad 19th, economic depressions dan boom and bust business cycles menjadi masalah yang tak terselesaikan. Long Depression dari 1870s dan 1880s dan Great Depression dari 1930s berakibat pada nyaris keseluruhan capitalist world, dan menghasilkan pembahasan tentang prospek jangka panjang capitalism. Selama masa 1930s, Marxist commentators seringkali meyakinkan kemungkinan penurunan atau kegagalan capitalism, dengan merujuk pada kemampuan Soviet Union untuk menghindari akibat dari global depression.
Macroeconomics mulai dipisahkan dari microeconomics oleh John Maynard Keynes pada 1920s, dan menjadi kesepakatan bersama pada 1930s oleh Keynes dan lainnya, terutama John Hicks. Mereka mendapat ketenaran karena gagasannya dalam mengatasi Great Depression. Keynes adalah tokoh penting dalam gagasan pentingnya keberadaaan central banking dan campur tangan pemerintah dalam hubungan ekonomi. Karyanya "General Theory of Employment, Interest and Money" menyampaikan kritik terhadap ekonomi klasik dan juga mengusulkan metode untuk management of aggregate demand. Pada masa sesudah global depression pada 1930s, negara memainkan peranan yang penting pada capitalistic system di hampir sebagian besar kawasan dunia. Pada 1929, sebagai contoh, total pengeluaran U.S. government (federal, state, and local) berjumlah kurang dari sepersepuluh dari GNP; pada 1970s mereka berjumlah mencapai sepertiga. Peningkatan yang sama tampak pada industrialized capitalist economies, sepreti France misalnya, telah mencapai ratios of government expenditures dari GNP yang lebih tinggi dibandingkan United States. Sistem economies ini seringkali disebut dengan "mixed economies."
Selama periode postwar boom, penampakan yang luasa dari new analytical tools dalam social sciences dikembangkan untuk menjelaskan social dan economic trends dari masa ini, mencakup konsep post-industrial society dan welfare statism. Phase dari capitalism sejak awal masa postwar hingga 1970s memiliki sesuatu yang kerap disebut sebagai “state capitalism”, terutama oleh Marxian thinkers.
Banyak economists menggunakan kombinasi dari Neoclassical microeconomics dan Keynesian macroeconomics. Kombinasi ini, yang sering disebut sebagai Neoclassical synthesis, dominan pada pengajaran dan kebijakan publik pada masa sesudah World War II hingga akhir 1970s. pemikiran neoclassical mendapat bantahan dari monetarism, dibentuk pada akhir 1940s dan awal 1950s oleh Milton Friedman yang dikaitkan dengan University of Chicago dan juga supply-side economics.
Pada akhir abad 20th terdapat pergeseran wilayah kajian dari yang semula berbasis price menjadi berbasis risk, keberadaan pelaku ekonomi yang tidak sempurna dan perlakuan terhadap ekonomi seperti biological science, lebih menyerupai norma evolutionary dibandingkan pertukaran yang abstract. Pemahaman akan risk menjadi signifikan dipandang sebagai variasi price over time yang ternyata lebih penting dibanding actual price. Hal ini berlaku pada financial economics dimana risk-return tradeoffs menjadi keputusan penting yang harus dibuat.
Masa postwar boom yang lama berakhir pada 1970s dengan adanya economic crises experienced mengikuti 1973 oil crisis. “stagflation” dari 1970s mendorong banyak economic commentators politicians untuk memunculkan neoliberal policy diilhami oleh laissez-faire capitalism dan classical liberalism dari abad 19th, terutama dalam pengaruh Friedrich Hayek dan Milton Friedman. Terutama, monetarism, sebuah theoretical alternative dari Keynesianism yang lebih compatible dengan laissez-faire, mendapat dukungan yang meningkat increasing dalam capitalist world, terutama dibawah kepemimpinan Ronald Reagan di U.S. dan Margaret Thatcher di UK pada 1980s.
Area perkembangan yang paling pesat kemudian adalah studi tentang informasi dan keputusan. Contoh pemikiran ini seperti yang dikemukakan oleh Joseph Stiglitz. Masalah-masalah ketidakseimbangan informasi dan kejahatan moral dibahas disini seperti karena memengaruhi modern economic dan menghasilkan dilema-dilema seperti executive stock options, insurance markets, dan Third-World debt relief.

EKONOMI PEMBANGUNAN


Suatu cabang ilmu ekonomi yang menganalisis masalah-masalah yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkembang dan mendapatkan cara-cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut supaya negara-negara berkembang dapat membangun ekonominya dengan lebih cepat lagi.

PEMBANGUNAN EKONOMI
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya, atau
Suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang

PERHATIAN TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI
Sebelum PD II para ilmuwan kurang memperhatikan pembangunan ekonomi, karena faktor-faktor sbb :
1.   Masih banyak negara sebagai negara jajahan
2.   Kurang adanya usaha dari tokoh masyarakat untuk membahas pembangunan ekonomi. Lebih mementingkan usaha meraih kemerdekaan dari penjajah.
3.   Para pakar ekonomi lebih banyak menganalisis kegagalan ekonomi dan tingginya tingkat pengangguran (depresi berat)
 
Pasca PD II, banyak negara memperoleh kemerdekaan (al : India, Pakistan, Phillipina, Korea & Indonesia), perhatian terhadap pembangunan ekonomi mulai berkembang disebabkan oleh :
1.   Negara jajahan yang memperoleh kemerdekaan
2.   Berkembangnya cita-cita negara yang baru merdeka untuk mengejar ketertinggalannya di bidang ekonomi.
3.   Adanya keinginan dari negara maju untuk membantu negara berkembang dalam mempercepat pembangunan ekonomi.

PENGGOLONGAN NEGARA
1.   Berdasarkan pada tingkat kesejahteraan masyarakat :
      a.   Negara Dunia I (Negara Maju)
                Eropa Barat (Inggris, Perancis, Belanda, Portugis, Jerman Barat)
   Amerika Utara (USA, Kanada)
   Australia, New Zeland dan Jepang
      b.   Negara Dunia II (Negara Maju)
      Eropa Timur (Rusia, Polandia, Jerman Timur, Cekoslowakia)
      c.   Negara Dunia III (Negara Sedang Berkembang/Negara Selatan)
            Sebagian besar Asia (kecuali Jepang), Afrika, Amerika Latin (Amerika Tengah dan Selatan).
 
2.   Berdasarkan pada tingkat pendapatan perkapita
      a.   Negara Maju Õ > US$ 2.000
      b.   Negara Semi Maju Õ > US$ 400
      c.   Negara Miskin Õ US$ 400
 
Analisis Ekonomi Pembangunan = Permasalahan Negara Sedang Berkembang.
 
Tujuan analisis ekonomi pembangunan :
1.   Menelaah faktor-faktor yang menimbulkan ketiadaan pembangunan.
2.   Menelaah faktor-faktor yang menimbulkan keterlambatan pembangunan.
3.   Mengemukakan cara-cara pendekatan yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi sehingga mempercepat jalannya pembangunan.
 
Bidang-bidang penting yang dianalisis dalam Ekonomi Pembangunan :
1.   Masalah pembentukan modal (investasi)
2.   Masalah perdagangan luar negeri (ekspor & impor)
3.   Masalah pengerahan tabungan.
4.   Masalah bantuan luar negeri
5.   Masalah dalam sektor pertanian atau industri
6.   Masalah pendidikan dan peranannya dalam menciptakan pembangunan.

PEMBANGUNAN EKONOMI & PERTUMBUHAN EKONOMI
    PEMBANGUNAN EKONOMI
-         PENINGKATAN PENDAPATAN PERKAPITA MASYARAKAT
PERTAMBAHAN GDP > TINGKAT PERTAMBAHAN PENDUDUK
-         PENINGKATAN GDP DIBARENGI DENGAN PEROMBAKAN STRUKTUR EKONOMI TRADISIONAL KE MODERNISASI
PEMBANGUNAN EKONOMI UNTUK MENYATAKAN PERKEMBANGAN EKONOMI NYSB.
 
PERTUMBUHAN EKONOMI
-         KENAIKAN GDP TANPA MEMANDANG TINGKAT PERTAMBAHAN PENDUDUK DAN PERUBAHAN STRUKTUR ORGANISASI EKONOMI.
-         PERTUMBUHAN EKONOMI MENYATAKAN PERKEMBANGAN EKONOMI NEGARA MAJU.
 
SEBAB-SEBAB PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI :
1.    KEINGINAN NEGARA UNTUK MENGEJAR KETINGGALAN
2.    PERTUMBUHAN PENDUDUK
3.    ADANYA KEHARUSAN NEGARA MAJU UNTUK MEMBANTU NYSB
4.    ADANYA PERIKEMANUSIAAN THD NYSB
 
METODE PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
1.    METODE PRODUKSI
2.    METODE PENDAPATAN
3.    METODE PENGELUARAN
 
11 SEKTOR PRODUKTIF PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL :
1.         PERTANIAN
2.         INDUSTRI PENGOLAHAN
3.         PERTAMBANGAN DAN GALIAN
4.         LISTRIK
5.         AIR DAN GAS
6.         BANGUNAN
7.         PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI
8.         PERDAGANGAN
9.         BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN
10.   SEWA RUMAH
11.   PERTAHANAN
12.   JASA LAINNYA
 
 CARA PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
1.    PENDAPATAN NASIONAL HARGA BERLAKU (NOMINAL)
2.    PENDAPATAN NASIONAL HARGA TETAP (RIIL)
  
INDIKATOR PEMBANGUNAN MONETER DAN NON MONETER
PENDAPATAN PERKAPITA PERTAHUN PERLU DIKETAHUI UNTUK :
1.      MEMBANDINGKAN TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DARI MASA KE MASA
2.      MEMBANDINGKAN LAJU PERKEMBANGAN EKONOMI ANTARA BERBAGAI NEGARA
3.      MELIHAT BERHASIL TIDAKNYA PEMBANGUNAN EKONOMI SUATU NEGARA.
 
TINGKAT PENDAPATAN PERKAPITA TIDAK SEPENUHNYA MENCERMINKAN TINGKAT KESEJAHTERAAN DAN TINGKAT PEMBANGUNAN SUATU NEGARA, KARENA :
1.         KELEMAHAN-KELEMAHAN YG BERSUMBER DARI KETIDAKSEMPURNAAN DALAM MENGHITUNG PENDAPATAN NASIONAL DAN PENDAPATAN PERKAPITA.
2.         KELEMAHAN-KELEMAHAN YG BERSUMBER DATI KENYATAAN BAHWA TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT BUKAN SAJA DITENTUKAN OLEH TINGKAT PENDAPATAN MEREKA TETAPI JUGA OLEH FAKTOR-FAKTOR LAIN.
 
KELEMAHAN AD 1.
-         KELEMAHAN METODOLOGIS & STATISTIS DALAM MENGHITUNG PENDAPATAN PERKAPITA DALAM NILAI MATA UANG SENDIRI MAUPUN MATA UANG ASING.
-         TERJADI PENAFSIRAN YANG SALAH / TERLALU RENDAH THD NEGARA MISKIN KARENA JENIS-JENIS KEGIATAN DI NEGARA MISKIN TERDIRI DARI UNIT-UNIT KECIL DAN TERSEBAR DI BERBAGAI PELOSOK SHG TIDAK DIMASUKKAN DALAM VARIABEL PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL.
-         NILAI TUKAR RESMI MATA UANG SUATU NEGARA DENGAN VALUTA ASING TIDAK MENCERMINKAN PERBANDINGAN HARGA KEDUA NEGARA, WALAUPUN DALAM TEORI DIKATAKAN NILAI TUKAR INI MENYATAKAN HARGA.
 
 
KELEMAHAN AD 2
FAKTOR-FAKTOR LAIN MENENTUKAN PENDAPATAN DARI TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SUATU NEGARA
1.    FAKTOR EKONOMI :
-       STRUKTUR UMUR PENDUDUK
-       DISTRIBUSI PENDAPATAN TIDAK MERATA, SEBAGIAN TIDAK MENIKMATI HASIL PEMBANGUNAN.
-       CORAK PENGELUARAN MASYARAKAT BERBEDA
-       MASA LAPANG / WAKTU SENGGANG TINGGI
-       PEMBANGUNAN EKONOMI TDK HANYA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT TETAPI JUGA HARUS MENGURANGI JUMAH PENGANGGURAN.
 
2.   FAKTOR NON EKONOMI :
-       PENGARUH ADAT ISTIADAT
-       KEADAAN IKLIM DAN ALAM SEKITAR
-       KETIDAKBEBASAN BERTINDAK DAN MENGELUARKAN PENDAPAT DAN BERTINDAK
 
 INDIKATOR PEMBANGUNAN MONETER & NON MONETER
 
INDIKATOR PEMBANGUNAN MONETER
1. PENDAPATAN PERKAPITA
2.    Indikator Kesejahteran Ekonomi Bersih (Net Economic Welfare)
Diperkenalkan William Nordhaus dan James Tobin (1972), menyempurnakan nilai-nilai GNP untuk memperoleh indicator ekonomi yg lebih baik, dgn dua cara :
a.    Koreksi Positip : Memperhatikan waktu senggang (leisure time) dan perekonomian sector informal.
b.    Koreksi Negatif : Kerusakan lingkungan oleh kegiatan pembangunan
 
INDIKATOR PEMBANGUNAN NON MONETER
 
1.    Indikator Sosial
Oleh Backerman ; dibedakan 3 kelompok :
1.    Usaha membandingkan tingkat kesejahteraan masy. di dua negara dengan memperbaiki cara perhitungan pendapatan nasional, dipelopori oleh Collin Clark dan Golbert dan Kravis.
2.    Penyesuaian pendapatan masy. dibandingkan dengan mempertimbangkan tingkat harga berbagai negara.
3.    Usaha untuk membandingkan tingkat kesejahteraan dari setiap negara berdasarkan data yg tdk bersifat moneter (non monetary indicators).
Indikator non moneter yg disederhanakan (modified non-monetary indicators).
 
2.    Indeks Kualitas Hidup dan Pembangunan Manusia
Morris D : Physical Quality of Life Index (PQLI) Indeks Kualitas Hidup (IKH) yaitu gabungan tiga faktor : tingkat harapan hidup, angka kematian dan tingkat melek huruf. Sejak thn 1990 UNDP mengembangkan indeks pembangunan manusia (Human Development Index = HDI) : (1) Tingkat harapan hidup (2) Tingkat melek huruf masyarakat dan (3) Tingkat pendapata riil perkapita masy. berd. Daya beli masing-masing negara. Besarnya indeks 0 s/d 1. Semakin mendekati 1 berarti indkes pembangunan manusianya tinggi demikian sebaliknya.
 
3.    Indikator Campuran
BPS : Indikator Kesejahteraan Rakyat Susenas Inti (Core Susenas) Pendidikan : tk pendidikan, tk melek huruf & tk partisips pendidikan
1.    Kesehatan : rata-rata hari sakit, fasilitas kesehatan
2.    Perumahan : sumber air bersih & listrik, sanitasi & mutu rumah
3.    Angkatan kerja : partisipasi tenaga kerja, jml jam kerja, sumber penghasilan utama, status pekerjaan
4.    Keluarga Berencana dan Fertilisasi : Penggunaan ASI, tingkat imunisasi, kehadiran tenaga kesehatan pada kelahiran, penggunaan alat kontrasepsi
5.    Ekonomi : tingkat konsumsi perkapita
6.    Kriminalitas : jml pencurian pertahun, jumlah pembunuhan pertahun, jumlah perkosaan pertahun.
7.    Perjalanan wisata : frekuensi perjalanan wisata pertahun
8.    Akses di media massa : jumlah surat kabar, jumlah radio dan jumlah televisi

TEORI PERTUMBUHAN & PEMBANGUNAN EKONOMI
 
1.    MAZHAB HISTORISMUS
Pola pendekatan pemb. ekonomi yg berpangkal pd perspektif sejarah
Bersifat induktif empiris.
Fenomena ekonomi : Perk. Menyeluruh & tahap tertentu dlm sejarah.
Dimulai di Jerman abad XIX s/d awal abad XX.
 
FRIEDRICH LIST (TH.1840)
Pelopor Historismus : Eksponen Nasionalisme Ekonomi
Bhw Tahap Perkemb. Ekonomi yaitu dgn cara produksi :
1.    Tahap primitip
2.    Tahap Beternak
3.    Tahap Pertanian
4.    Industri Pengolahan (Manufacturing)
5.    Pertanian, Industri Pengolahan & Perdagangan
 
BRUNO HILDEBRAND (1848)
Terjadi Evolusi dalam masyarakat
Kritik thd List : Bhw Pemb. Ek. bkn dr cara produksi / cara konsumsi.
Tetapi cara distribusi, yaitu :
1.    Perekonomian Barter (Natura)
2.    Perekonomian Uang
3.    Perekonomian Kredit
 
Kelemahan Teori Bruno :
1.    Tdk jelas proses perkembangan dr tahap tertentu ke tahap berikutnya
2.    Tdk memberi sumbangan yang berarti thd perlatan analitis di bidang ilmu ekonomi.
 
KARL BUCHER
Sintesa Pendapat List dan Bruno
Perkemb. Ek. Ada 3 tahap :
1.    Produksi utk keb. Sendiri (subsistence)
2.    Perekon. Kota dimana pertukaran sudah meluas
3.    Perekon. Nas. Dimana peran pedagang menjadi semakin penting
 
WALT WHITMAN ROSTOW (WW. ROSTOW)
Sangat popular dan paling banyak komentar dari ahli
Artikel : Economics Journal (Maret 1956) dimuat dlm Buku The Stages of Economics Growth (1960).
 
Menurut WW Rostow, Pemb. Ekonomi mrpk suatu proses yg dpt menyebabkan :
1.        Perubahan orientasi ekonomi, politik dan social yg pd mulanya berorientasi kpd suatu daerah menjadi berorientasi keluar.
2.        Perubahan pandangan masy. mengenai jumlah anak dlm keluarga yaitu kesadaran utk membina keluarga kecil
3.        Perubahan dlm kegiatan investasi masyarakat dari melakukan investasi yg tdk produktif menjadi investasi yg produktif
4.        Perubahan sikap hidup dari adat istiadat yg kurang merangsang pemb. Ekonomi missal kurang menghargai waktu kerja dan orang lain
WW Rostow membedakan pembangunan ekonomi ke dalam 5 tahap :
 
1.    Tahap Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)
-         Fungsi Produksi terbatas, cara produksi masih primitif
-     Tingkat produktifitas masy. rendah : utk sector pertanian
-     Struktur social hirarkis : mobilitas vertical masy. kecil ; kedudukan masy tidak berbeda dengan nenek moyang.
-         Kegiatan politik dan pemerintahan di daerah-daerah berada di tangan tuan tanah.
 
2.    Tahap Prasyarat Tinggal Landas (The Preconditions for Take-Off)
Masa transisi masy. mempersiapkan untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self sustained growth).
Tahap ini memiliki 2 corak berbeda :
a.    Tahap Prasyarat Tinggal landas yg dialami negara Eropa, Asia, Timur Tengah dan Afrika : perombakan thd masy. tradisional yg sudah ada untuk mencapai tahap tsb.
b.    Tahap Prasyarat Tinggal landas yg dialami negara born free (daerah imigran) (Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru) : tanpa harus merubah sistim masy. tradisional yg sudah ada.
 
3.    Tahap Tinggal Landas (The Take-Off)
Pertumbuhan ekonomi selalu terjadi, Kemajuan pesat dalam inovasi atau terbukanya pasar-pasar baru.
 
3 ciri utama negara yg mencapai Tahap Tinggal Landas :
1.    Kenaikan investasi produktif dari 5% atau kurang menjadi 10% dari PNB (Nett National Product).
2.    Berkembangnya satu atau beberapa sector industri pemimpin (leading sector) dgn tingkat pertumbuhan tinggi
3.    Tercapainya suatu kerangka dasar politik, social dan kelembagaan yg bisa menciptakan perkembangan sektor modern dan eksternalitas ekonomi yg menyebabkan pertumbuhan ekonomi.
 
4 faktor untuk menciptakan leading sector :
1.    Harus ada kemugkinan perluasan pasar bagi barang-barang yg diproduksi yg mempunyai kemungkinan utk berkembang dgn cepat
2.    Dalam sector tsb hrs dikembangkan teknik produksi yg modern dan kapasitas produksi harus bisa diperluas
3.    Harus tercipta tabungan dalam masyarakat dan para pengusaha harus menanamkan kembali keuntungannya untuk membiayai pembangunan sector pemimpin
4.    Pembangunan dan transformasi teknologi sector pemimpin harus bisa diciptakan kebutuhan akan adanya perluasan kapasitas dan modernisasi sector-sektor lain.
 
  
Urutan Negara Lepas Landas & Leading Sector (WW Rostow) :
(Masa Tinggal Landa : 20 – 25 tahun) :
 
No Urut
Negara
Tahun
Leading Sector
1
Inggris
1783-1802
Industri Tekstil
2
Perancis
1830-1860
Jaringan KA
3
Belgia
1833-1860
Jaringan KA
4
USA
1843-1860
Jaringan Jalan KA
5
Jerman
1850-1873
Jaringan Jalan KA
6
Swedia
1868-1890
Industri Kayu
7
Jepang
1878-1900
Industri Sutera
8
Rusia
1890-1914
Jaringan Jalan KA
9
Kanada
1896-1914
Jaringan Jalan KA
10
Argentina
1935
Industri Subst Impor
11
Turki
1937
 
12
India
1952
 
13
RRC
1952
 
 
4.      Tahap Menuju Kedewasaan (The Drive to Maturity)
Kondisi masy. sudah secara efektif mengg. Teknologi modern di hampir semua kegiatan produksi dan kekayaan alam. Sektor pemimpin baru akan bermunculan menggantikan sector pemimpin yang mengalami kemunduran.
Karakteristik non ekonomi pada tahap menuju kedewasaan :
1.    Struktur dan keahlian tenaga kerja berubah
Kepandaian dan keahlian pekerja bertambah tinggi.
Sektor indusri bertambah penting peranannya
Sektor pertanian menurun peranannya.
2.    Sifat kepemimpinan dalam perush. mengalami perubahan. Peranan manajer professional semakin penting dan menggantikan kedudukan pengusaha pemilik.
3.    Masy. bosan dgn keajaiban yg diciptakan industrialisasi shg timbul kritik-kritik.
 
Negara yg mencapai tahap ini (WW Rostow) : Inggris (1850), USA (1900), Jerman dan Perancis (1910), Swedia (1930) Jepang (1940) Rusia dan Kanada (1950).
 
5.      Tahap Konsumsi Tinggi (The Age og High Mass Consumption)
Perhatian masy. menekankan pd masalah konsumsi dan kesejahteraan masyarakat bukan masalah produksi.
3 macam tujuan masy. yg ingin dicapai pada tahap ini :
1.    Memperbesar kekuasaan dan pengaruh ke luar negeri dan kecenderungan berakibat penjajahan thd bangsa lain
2.    Menciptakan negara kesejahteraan (welfare state) (Negara Persemakmuran = Comment Wealth) dgn cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yg telah merata melalui sistim pajak progresif (semakin banyak semakin besa)
3.    Meningkatnya konsumsi masyarakat melebihi kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) menjadi konsumsi thd barang tahan lama dan barang-barang mewah.
 
Negara pertama mencapai tahap ini : USA ( th. 1920), Inggris (th. 1930), Jepang dan Eropa Barat (th. 1950) Rusia (Pasca Stalin)
 
 
TEORI SCHUMPETER
-     SISTIM KAPITALISME Õ SISTIM YANG PALING BAIK MENCIPTAKAN PEMBANGUNAN EKONOMI
-     NAMUN DALAM JANGKA PANJANG SISTIM KAPITALISME AKAN MENGALAMI STAGNASI.
 
FAKTOR UTAMA PENYEBAB PERKEMBANGAN EKONOMI : Proses inovasi oleh Inovator atau Wiraswasta (ENTREPREUNER).
INOVASI MEMPUNYAI 3 PENGARUH :
1.   Diperkenalkan teknologi baru
2.   Keuntungan lebih (monopolistis), sumber dana akumulasi modal.
3.   Timbul proses peniruan (imitasi); meniru teknologi.
 
FAKTOR-FAKTOR PENUNJANG INOVASI :
Schumpeter Õ Ada 5 kegiatan dalam inovasi :
1.   Diperkenalkan produk baru yang sebelumnya tidak ada.
2.   Diperkenalkannya cara produksi baru
3.   Pembukaan daerah pasar baru
4.   Penemuan sumber bahan mentah baru
5.   Perubahan organisasi industri Õ EFISIENSI INDUSTRI
 
SYARAT-SYARAT TERJADINYA INOVASI :
-     Ada calon pelaku inovasi (inovator dan wiraswasta) dlm masyarakat
-     Ada lingkungan sosial, politik & teknologi untuk merangsang semangat inovasi & pelaksanaan ide-ide untuk berinovasi.
 
Ada 2 faktor penunjang lain, yaitu :
1.   Tersedia cadangan ide-ide baru secara memadai
2.   Ada sistim perkreditan Õ menyediakan dana entrepreneur untuk merealisir ide tersebut menjadi kenyataan.
  
TEORI KETERGANTUNGAN
-     Tergabungnya secara paksa (FORCED INCORPORATED) daerah-daerah pinggiran ke dalam ekonomi kapitalisme dunia ; penyebab keterbelakangan (UNDERDEVELOPED) NYSB.
-     IMPLIKASI Õ Tanpa kolonialisme dan integrasi ke sistim kapitalisme dunia, NYSB mampu mencapai tingkat kesejahteraan tinggi dan dapat mengembangkan pengolahan (MANUFACTURING) mereka atas usaha dan kekuatan sendiri.
-     Mengabaikan faktor-faktor intern ; struktur sosial budaya & pola perilaku masyarakat prakolonial.
-     Terlalu melebihkan EFISIENSI ADMINISTRATIF untuk menekankan kemungkinan yang sebenarnya terbuka bagi negara-negara untuk mengalami suatu transisi KAPITALISME BORJUIS.
  
STRATEGI PERTUMBUHAN & PEMBANGUNAN EKONOMI
 
STRATEGI UPAYA MINIMUM KRITIS (CRITICAL MINIMUM EFFORT)
-     Menaikkan pendapatan perkapita pd tingkat pembangunan berkesinambungan (SUSTAINABLE) Õ terjadi HARVEY LEIBSTEIN.
-     Setiap ekonomi tergantung HAMBATAN & RANGSANGAN.
      Hambatan Õ menurunkan pendapatan perkapita dari tingkat sebelumnya
      Rangsangan Õ menaikkan pendapatan perkapita
  
PERTUMBUHAN PENDUDUK FUNGSI DARI PENDAPATAN PERKAPITA
-     Pendapatan naik, meningkatkan laju pertumbuhan penduduk. Hanya pada titik tertentu, jika melampaui titik tsb, kenaikan pendapatan perkapita menurunkan tingkat kesuburan. Dan ketika pembangunan mencapai tahap maju, maka laju pertumbuhan penduduk turun (LEIBSTEIN).
-     Dengan kenaikan pendapatan perkapita, keinginan memperoleh anak semakin berkurang. Spesialisasi meningkat dan Mobilitas ekonomi & sosial ; kenyataan mengurus anak sangat sulit dan mahal. Maka laju pertumbuhan penduduk KONSTAN dan menurun (TESIS KAPILARITAS SOSIAL DUMONT).
 
Faktor-faktor mempengaruhi pertumbuhan pendapatan perkapita dari pelaksanaan Upaya Minimum Kritis :
1.   Skala disekonomis internal ; akibat tidak dapat dibaginya faktor produksi.
2.   Skala disekonomis external ; akibat ketergantungan eksternal, hambatan budaya dan kelembagaan di negara berkembang.
 
AGEN PERTUMBUHAN
1.   Pengusaha
2.   Investor
3.   Penabung
4.   Inovator
 
Kegiatan tersebut membantu pertumbuhan sehingga memunculkan :
1.   Kewiraswastaan
2.   Peningkatan sumber pengetahuan
3.   Pengembangan keterampilan produktif masyarakat
4.   Peningkatan laju tabungan dan investasi
 
RANGSANGAN PERTUMBUHAN
1.   Rangsangan ZERO-SUM
      Tidak meningkatkan pendapatan nasional tetapi bersifat upaya distributif
      -     Kegiatan bukan dagang ; posisi monopolistik, kekuatan politik & prestise sosial
      -     Kegiatan dagang , tidak menambah sumber agregat
      -     Kegiatan spekulatif, memboroskan sumber kewiraswastaan yang langka
      -     Kegiatan tabungan netto ; nilai sosial nibil / lebih rendah dari privatnya.
2.   Rangsangan POSITIVE-SUM
      Menuju pada pengembangan pendapatan nasional
 
 Dalam ekonomi terbelakang, ada pengaruh bersifat anti perubahan yang menekan pendapatan perkapita :
1.   Kegiatan usaha ZERO-SUM, pembatasan peluang ekonomi
2.   Tindakan konservatif para buruh yg terorganisir menentang perubahan
3.   Perlawanan thd gagasan dan pengetahuan baru dan daya tarik pengtahuan
4.   Kenaikan pengeluaran konsumsi mewah pribadi / publik ; tidak produktif
5.   Pertumbuhan penduduk & Angkatan buruh.
 
Upaya minimum kritis mengatasi pengaruh perekonomian terbelakang agar laju pertumbuhan ekonomi merangsang POSITIVE-SUM menjadi lebih besar dari ZERO-SUM, shg pendapatan perkapita naik, tabungan & investasi naik, yaitu :
1.   Ekspansi agen pertumbuhan
2.   Sumbangan masy. thd. per unit modal naik seiring rasio modal output turun.
3.   Berkurangnya keefektifan faktor-faktor penghambat pertumbuhan
4.   Penciptaan kondisi lingkungan dan sosial ; mobilitas ekonomi dan sosial naik.
5.   Peningkatan spesialisasi dan perkembangan sektor sekunder dan tersier.
 
 
STRATEGI PEMBANGUNAN SEIMBANG
Para ekonom Teori Dorongan Besar-Besaran (BIG PUSH THEORY)
Yaitu pembangunan di berbagai jenis industri secara bersamaan (SIMULTANEOUS) sehingga industri tersebut saling menciptakan pasar. Diperlukan keseimbangan antara DEMAND & SUPPLY.
TUJUAN UTAMA : menciptakan jenis industri yg berkaitan erat satu dgn yg lain shg setiap industri memperoleh EKSTERNALITAS EKONOMI sbg akibat INDUSTRIALISASI.
 
Menurut REINSTEIN-RODAN, pembangunan industri besar-besaran menciptakan 3 macam eksternalitas ekonomi, yaitu :
1.   Yang diakibatkan oleh perluasan pasar
2.   Karena industri yang sama letaknya berdekatan
3.   Karena adanya industri lain dalam perekonomian tersebut.
 
SCITOVSKY ï Eksternalitas : jasa-jasa yg diperoleh dgn cuma-cuma oleh suatu industri dari satu atau beberapa industri.
 
 STRATEGI PEMBANGUNAN TAK SEIMBANG
ALBERT O. HIRSCHMAN dan PAUL STREETEN ï pola yang lebih cocok untuk mempercepat pembangunan di NYSB, karena :
1.   Secara historis pemb. ekonomi coraknya tidak seimbang
2.   Mempertinggi efesiensi penggunaan Sumber daya tersedia
3.   Pembangunan tak seimbang menimbulkan KEMACETAN (BETTLENECKS) yaitu gangguan dlm proses pembangunan tetapi akan menjadi pendorong pembangunan selanjutnya.
  
Pembangunan tak seimbang antara sektor prasarana & sektor produktif
Cara pengalokasian sumber daya ada 2 bagian :
1.   Cara pilihan pengganti (SUBSTITUTION CHOICES)
      Menentukan proyek yang harus dilaksanakan
2.   Cara pilihan penundaan (POSTPONEMENT CHOICES)
      Menentukan urutan proyek yang harus didahulukan pelaksanaannya.
 
HIRSCHMAN ï Menganalisis alokasi sumber daya sektor prasarana (Social Everhead Capital = SOC) dgn sektor produktif yg menghasilkan brg kebutuhan masy. (Directly Productive Activities = DPA). Ada 3 pendekatan :
1.   Pemb. yg seimbang antar kedua sektor
2.   Pemb. tidak seimbang dimana sektor prasarana lebih ditekankan.
3.   Pemb. tidak seimbang dimana sektor produktif lebih ditekankan.
 
Kegiatan ekonomi mencapai efisien & optimal, jika :
1.   Sumber daya dialokasikan DPA & SOC, pd tingkat produksi maksimum
2.   Pd tingkat produksi tertentu, jumlah sumber daya digunakan DPA sedangkan SOC jumlahnya menurun.
 
 PEMBANGUNAN TAK SEIMBANG DALAM SEKTOR PRODUKTIF
Mekanisme pendorong pembangunan (INDUCEMENT MECHANISM) ada 2 :
1.   Pengaruh keterkaitan ke belakang (Backward Linkage Effects)
      Tingkat rangsangan yg diciptakan pembangunan industri thd perkembangan industri yg menyediakan input bagi industri tsb.
2.   Pengaruh keterkaitan ke depan (Forward Linkage Effects)
      Rangsangan yg diciptakan oleh pembangunan industri thd perkembangn industri yg menggunakan produk industri yg pertama sbg input mereka.
  
Berdasarkan pada tingkat keterkaitan antar industri, ada 2 golongan :
1.   Industri SATELIT (SATELITY INDUSTRY)
      -     Lokasi berdekatan dgn industri induk mempertinggi efisiensi
      -     Input utama berasal dari produk industri induk
      -     Besarnya industri tidak melebihi industri induk.
2.   Industri NON SATELIT (NON SATELITY INDUSTRY)
 
CHENERY & WATANABE * Penggolongan industri ada 4 golongan :
1.   Industri barang setengah jadi
2.   Industri barang jadi
3.   Industri barang setengah jadi sektor primer
4.   Industri barang jadi sektor primer.
  
PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI
CONYERS & HILLS (1994) ; Suatu proses yg bersinambung & mencakup keputusan­ atau pilihan­ berbagai alternatif penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan­ tertentu pada masa yang akan datang.
Berdasarkan definisi diatas tdp 4 elemen perencanaan.
1.   Merencanakan berarti memilih
2.   Perencanaan merupakan alat pengalokasian sumber daya
3.   Perencanaan merupakan alat untuk mencapai tujuan
4.   Perencanaan untuk masa depan
 
 ARTHUR LEWIS (1966) dlm buku “DEVELOPMENT PLANNING”, membagi perencanaan dlm 6 pengertian :
1.   Berarti faktor letak geografis, bangunan, tempat tinggal, bioskop, dll.
      DI NYSB     é    Perencanaan kota & negara (Town & Country Planning)
                                 Perencanaan tata guna tanah (Land-use Planning)
                                 Perencanaan fisik (Physical Planning)
                                 Perencanaan kota & daerah (Urban & Regional Planning)
2.   Berarti keputusan penggunaan dana pemerintah di masa datang
3.   Berarti ekonomi berencana
4.   Perencanaan kadangkala setiap penentuan sasaran produksi pemerintah
5.   Penetapan sasaran perekonomian secara keseluruhan
6.   Perencanaan kadangkala untuk menggambarkan sarana pemerintah
 
Ciri-ciri perencanaan pembangunan ekonomi :
-     Usaha mencapai perkembangan sosial ekonomi mantap (Steady social economic growth). Tercermin pada pertumbuhan ekonomi positif.
-     Usaha meningkatkan pendapatan
-     Usaha perubahan struktur ekonomi ; Usaha diversifikasi ekonomi
-     Usaha perluasan kesempatan kerja
-     Usaha pemerataan pembangunan ; DISTRIBUTIVE JUSTICE
-     Usaha pembinaan lembaga ekonomi masy.
-     Usaha terus menerus menjaga stabilitas ekonomi
  
FUNGSI PERENCANAAN :
1.   Tdp pengarahan kegiatan, pedoman kegiatan kpd pencapain tujuan pemb.
2.   Tdp perkiraan potensi, prospek perkembangan, hambatan & risiko masa y.a.d.
3.   Memberi kesempatan mengadakan pilihan terbaik
4.   Dilakukan penyusunan skala priorotas dari segi pentingnya tujuan
5.   Sbg alat mengukur / standar thd pengawasan evaluasi. 
 
Dari sudut pandang ekonomi, perlunya perencanaan adalah :
1.   Agar penggunaan sumber pembangunan terbatas dapat efesien dan efektif, shg terhindar dari pemborosan.
2.   Agar perkembangan / pertumbuhan ekonomi menjadi mantap
3.   Agar tercapai stabilitas ekonomi dalam menghadapi siklus konjungtur.
 
 Syarat-syarat keberhasilan perencanaan :
1.      Komisi perencanaan ; terorganisir dan ahli.
2.      Data statistik
3.      Tujuan
4.      Penetapan sasaran & prioritas ; secara makro dan sektoral
5.      Mobilisasi sumber daya ; luar negeri & dalam negeri (Saving, Laba & Pajak)
6.      Kesinambungan perencanaan.
7.      Sistim administrasi yang efesien ; kuat, tidak korup (Lewis)
8.      Kebijaksanaan pembangunan yg tepat
9.      Administrasi yg ekonomis
10.    Dasar pendidikan.
11.    Teori konsumsi; menurut GALBRAITH (1962)
12.    Dukungan masyarakat; rencana nasional
 
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA
Usaha-usaha perencanaan ekonomi masa ORDE LAMA :
è    Th. 1947 : PLAN PRODUKSI TIGA TAHUN RI yaitu : Th. 1948, 1949 & 1950
      Bidang-bidang : Pertanian, peternakan, perindustrian & kehutanan
è    Th. 1952 : Usaha perencanaan lebih menyeluruh, tetap SEKTOR PUBLIK
è    Th. 1956 - 1960 : REPELITA
 
Th. 1961 - 1969 : RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL SEMESTA BERENCANA
Jangka waktu 8 tahun terbagi atas 3 tahun & 5 tahun.
  
Program STABILISASI & REHABILITASI EKONOMI PEMBANGUNAN sejak ORDE BARU, berpangkal pada NATION BUILDING, meliputi :
1.   JANGKA PANJANG : Pendekatan pembangunan utuh dan terpadu (UNIFIED & INTERGRATIF) antar aspek kehidupan masyarakat
2.   JANGKA MENENGAH : Pembangunan sektor pertanian dan pengembagnan sektor sosial menuju kesejahteraan & keadilan sosial.
 
 PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP FAKTOR-FAKTOR PENENTU DALAM PEMBANGUNAN :
1.   Mengurangi jumlah tabungan yg diciptakan anggota masyarakat
2.   Corak penanaman modal lebih banyak untuk pendidikan & sarana sosial
3.   Pemerataan pendapatan terjadi jurag antara golongan masyarakat
4.   Strategi pemulihan teknologi yang akan digunakan
5.   Mempercepat kenaikan produksi barang makanan
6.   Perkembangan ekspor impor, ekspor      impor
  
SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
1.    Tabungan Dalam Negeri
Sumber : Tabungan perusahaan & Tabungan rumah tangga
Tabunga Luar Negeri
Sumber : Tabungan pemerintah asing (LN) dan tabungan swasta asing
2.    Investasi dan Pertumbuhan
3.    Effisiensi penggunaan modal
4.    Sumber dana dari luar negeri : pemerintah / swasta
5.    Bantuan luar negeri
 
Lembaga-Lembaga Bantuan Internasional
1.    The Asian Development Bank (ADB)
2.    Bank Dunia (World Bank) : IMF Badan Perwakilan Bank Dunia.
 
 DAMPAK BANTUAN LUAR NEGERI TERHADAP PEMBANGUNAN
 
Pendekatan Two Gap Model : Bantuan & tabungan luar negeri penyumbang terbesar untuk investasi atau memperbesar impor (memperoleh devisa).
 
-     Kenyataan bahwa tingkat pertumbuhan negara penerima bantuan tidak begitu tinggi. (Pendekatan Harod Domar kurang tepat).
-     NYSB mengalami kekurangan input komplemen ; kecakapan tenaga kerja, kapasitas administratif, infrastruktur, institusi ekonomi & stabilitas politik. Tingkat tabungan tinggi tidak mampu mendorong pertumbuhan.
-     Bantuan luar negeri tidak dapat menyumbang kenaikan tabungan / impor.
-     Bantuan luar negeri tidak menambah tabungan domestik, shg menaikan konsumsi & impor dan menurunkan investasi & ekspor.
      Menurut teori ekonomi bantuan menaikan konsumsi & investasi.
 
MANFAAT INVESTASI ASING
1.   Menciptakan perluasan kerja
2.   Proses alih teknologi & keterampilan yg bermanfaat, Know How
3.   Sbg sumber tabungan / devisa
 
KEBIJAKAN-KEBIJAKAN NYSB THD INVESTASI ASING
Menggunakan Kebijakan Restriktif :
1.   Prasyarat kinerja
2.   Hukum Kejenuhan (Saturation)
3.   Pengendalian Repatriasi Laba
Menggunakan Kebijakan Insentif (Rangsangan) adalah pajak.
 
PINJAMAN KOMERSIAL
Sumber dana luar negeri yang sangat cepat perkembangannya adalah pinjaman swasta, berasal dari 3 sumber :
1.   BOND LENDING
      Bentuk investasi portofolio, pembelian saham perusahaan-perusahaan NSB oleh pihak asing
2.   PINJAMAN KOMERSIAL
      Dari bank-bank luar negeri, pasar EUROCURRENCY.
3.   KREDIT EKSPOR
  
PERMASALAHAN PEMBANGUNAN
Konsep dasar teori pertumbuhan ekonomi dengan kerangka analisis kemungkinan produksi sederhana (SIMPLE PRODUCTION POSSIBILITY) : untuk melihat tingkat, komposisi dan pertumbuhan output nasional.
  
FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI
1.   Akumulasi modal
2.   Pertumbuhan penduduk
3.   Kemajuan teknologi
 
      Ada 3 macam klasifikasi kemajuan teknologi :
      -     Netral
      -     Hemat tenaga kerja (Labor Saving)
      -     Hemat modal (Capital Saving)
  
KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN EKONOMI MODERN
SIMON KUZNETS (Nobel Ekonomi 1971) mendefinisikan PERTUMBUHAN EKONOMI : peningkatan kemampuan suatu negara untuk menyediakan barang-barang ekonomi bagi penduduknya ; pertumbuhan kemampuan ini disebabkan oleh kemajuan teknologi dan kelembagaan serta penyesuaian ideologi yang dibutuhkannya.
 
Definisi tersebut ada 3 komponen pokok yang penting, yaitu :
1.   Kenaikan output nasional secara terus menerus
2.   Kemajuan teknologi sebagai prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi
3.   Penyesuaian kelembagaan, sikap dan ideologi.
 
KUZNETS memisahkan 6 karakteristik proses pertumbuhan pada hampir semua negara maju :
  
DUA VARIABEL EKONOMI AGREGATIF
1.   Tingginya tingkat pertumbuhan output per kapita dan penduduk
2.   Tingginya tingkat kenaikan produktivitas faktor produksi secara keseluruhan, terutama produktivitas tenaga kerja.
 
 DUA VARIABEL TRANSFORMASI STRUKTURAL
3.   Tingginya tingkat transformasi struktur ekonomi
4.   Tingginya tingkat transformasi sosial dan ideologi
 
DUA FAKTOR yang mempengaruhi meluasnya pertumbuhan ekonomi internasional :
5.   Kecenderungan negara-negara maju secara ekonomis untuk menjangkau seluruh dunia untuk mendapatkan pasar dan bahan baku.
6.   Pertumbuhan ekonomi ini hanya terbatas pada sepertiga populasi dunia.
 
 KETIDAKMERATAAN DISTRIBUSI PENDAPATAN NYSB
Menurut IRMA ADELMAN & CYNTHIA TAFT MORRIS (1973) ada 8 :
1.   Pertambahan penduduk tinggi, shg pendapatan perkapita menurun
2.   Inflasi : dimana pendapatan uang bertambah tetapi tidak diikuti secara proposional dengan pertambahan produksi barang-barang.
3.   Ketidakmerataan pembangunan antar daerah
4.   Investasi yang sangat banyak dalam proyek-proyek padat modal (Capital Intensive) shg prosentase pendapatan modal dari harta tambahan besar dibandingkan dengan prosentase pendapatan yg berasal dari kerja, sehingga pengangguran bertambah.
5.   Rendahnya mobilitas sosial
6.   Pelaksanaan kebijaksanaan industri substitusi impor yang mengakibatkan kenaikan harga-harga barang hasil industri untuk melindungi usaha-usaha golongan kapitalis.
7.   Memburuknya nilai tukar (Term of Trade) bagi NYSB dalam perdagangan dgn negara-negara maju, sebagai akibat ketidakelastisan permintaan negara-negara thd barang-barang ekpsor NYSB.
8.   Hancurnya industri-industri kerajinan rakyat, seperti pertukangan, industri rumah tangga dll.
 
KEMISKINAN
Ukuran kemiskinan :
1.   Kemiskinan Absolut
      Konsep kemiskinan dikaitkan dengan perkiraan tingkat pendapatan dan kebutuhan. Konsep ini dimaksudkan untuk menentukan tingkat pendapatan minimum yang cukup untuk memenuhi kebutuhan fisik terhadap makanan, pakaian, dan perumahan untuk menjamin kelangsungan hidup (Todaro, 1997)
2.   Kemiskinan Relatif
      Bersifat dinamis, shg kemiskinan akan selalu ada.
 
INDIKATOR KEMISKINAN
1.   Tingkat konsumsi beras
2.   Tingkat pendapatan
3.   Indikator kesejahteraan rakyat
      Publikasi UN (1961) berjudul “INTERNATIONAL DEFINITION AND MEASUREMNT OF LEVELS OF LIVING : AN INTERIM GUIDE” Ada 9 Komponen kesejahteraan :
      1.   Kesehatan
      2.   Konsumsi makanan & gizi
      3.   Pendidikan
      4.   Kesempatan Kerja
      5.   Perumahan
      6.   Jaminan sosial
      7.   Sandang
      8.   Rekreasi
      9.   Kebebasan
  
STRATEGI KEBIJAKAN MENGURANGI KEMISKINAN
1.   Pembangunan pertanian
2.   Pembangunan SDM
3.   Peranan LSM
      Bentuk & macam organisasi kemasyarakatan ada 4 katagori :
      1.   LSM
      2.   LPSM
      3.   Organisasi Sosial lain
      4.   Organisasi Semi Pemerintah
 
FAKTOR PENGHAMBAT PEMBANGUNAN
Faktor Dalam Negeri
1.   Faktor Pertumbuhan penduduk
      Dapat merupakan penghambat, karena :
      -     Bisa mengakibatkan pengangguran,
      -     Produktivitas rendah
      -     Jumlah pendapatan perkapita rendah
      -     Hasrat berinvestasi rendah
      -     Distribusi pendapatan semakin tidak merata komposisinya.
      -     Dapat menimbulkan urbanisasi
      -     Kemampuan ekspor menurun timbul keinginan utk impor
       
      Dapat merupakan pendorong pembangunan, karena :
      -     Memungkinkan bertambahnya tenaga kerja
      -     Memperluas perkembangan pasar
      -     Peningkatan teknologi terutama teknologi bahan pangan
 
Pengaruh langsung pertumbuhan penduduk terhadap kesejahteraan dikemukakan oleh RR NELSON & H. Leibstein
      Dibagi 2 : Jangka pendek & jangka panjang
      1.   Dalam jangka pendek
      Pertumbuhan penduduk di negara berkembang menyebabkan tingkat kesejahteraan masyarakat telah mengalami perbaikan yg berarti.
      2.   Dalam jangka panjang
      Tingkat kesejahteraan menurun di mana tingkat pendapatan = pendapatan cukup hidup.
       
PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP FAKTOR-FAKTOR PENENTU DALAM PEMBANGUNAN :
1.   Mengurangi jumlah tabungan yg diciptakan anggota masyarakat
2.   Corak penanaman modal lebih banyak untuk pendidikan & sarana sosial
3.   Pemerataan pendapatan terjadi jurang antara golongan masyarakat
4.   Strategi pemulihan teknologi yang akan digunakan
5.   Mempercepat kenaikan produksi barang makanan
6.   Perkembangan ekspor impor, ekspor      impor
 
 
2.   Faktor penghambat pembangunan dualisme
      Konsep Dualisme : Perbedaan antara bangsa kaya dan miskin, perbedaab antara berbagai golongan masyarakat yang semakin meningkat. 4 Unsur pokok Konsep Dualisme :
      1.   Dua keadaan yg berbeda : Superior dan inferior
      2.   Kenyataan hidup perbedaan bersifat kronis dan bukan transisional.
      3.   Derajat superioritas atau inferioritas terus meningkat
      4.   Keterkaitan antar unsur berpengaruh kecil.
 
      Dualisme dapat dibedakan beberapa macam
      1.   Dualisme Sosial
            J.H. BOEKE  (Ekonom Belanda) : Suatu pertentangan sistim sosial yang diimpor dengan sistim sosial pribumi yg memiliki corak berbeda.
      2.   Dualisme Ekologis
      CLIFFORD GEERTZ (1963) : Perbedaan dalam sistim ekologis. Menggambarkan pola-pola sosial ekonomi menyatu dalam keseimbangan internal.
      3.   Dualisme Teknologi
      BENJAMIN HIGGINS (1956) : Suatu keadaan dimana dalam suatu bidang kegiatan ekonomi tertentu digunakan teknik produksi & organisasi produksi yg sangat berbeda coraknya.
      4.   Dualisme Finansial
            HLA MYINT (1967) : dimana ada pasar modal / uang yg sangat berbeda, ada yg terorganisir (melalui bank, bursa efek) dan tidak terorganisir (tuan tanah, rentenir).
      5.   Dualisme Regional
      Dibicarakan Para Ahli (1960) : Yaitu adanya ketidakseimbangan pembangunan di berbagai daerah dalam suatu wilayah negara.
      Dualisme Regional dibedakan 2 jenis, yaitu :
            1.   Dualisme antara daerah perkotaan dan pedesaan
            2.   Dualisme antara pusat negara, pusat industri dan perdagangan dengan daerah-daerah lain dalam negara tersebut.
 
      Dengan adanya dualisme mengakibatkan ketidakmampuan shg sumber daya yang ada di NYSB tidak digunakan secara efesien : Kurva Kemungkinan Produksi (PRODUCTION POSSIBILITIES CURVE)
 
3.   Lingkaran perangkap kemiskinan (The VICIOUS CYRCLES)
      yaitu suatu rangkaian kekuatan-kekuatan yg saling mempengaruhi satu sama lain sedemikian rupa shg menimbulkan keadaan dimana suatu negara akan tetap miskin dan akan mengalami banyak kesukaran untuk mencapai tingkat pembangunan yg lebih tinggi.
   
      Ada 2 teori jenis lingkaran perangkap kemiskinan NURKSE :
      1.   Dari segi penawaran modal
      Tingkat pendapatan masy. rendah karena produktivitas rendah.
      2.   Dari segi permintaan modal
 
      Peningkatan pembentukan modal bukan hanya dibatasi oleh lingkaran perangkap kemiskinan, tetapi juga oleh INTERNATIONAL DEMOSTRATIVE EFECT, yaitu kecenderungan untuk mencontoh corak konsumsi di kalangan masyarakat yg lebih maju.
 
      TEORI MENURUT MEIER & BALDWIN
      Lingkaran perangkap kemiskinan timbul dari hubungan saling mempengaruhi diantara keadaan masyarakat yg terbelakang & tradisional dgn kekayaan alam yg masih belum dikembangkan.
 
      Penyebab adanya lingkaran perangkap kemiskinan :
      1.   Ketidakmampuan utk menyerahkan tabungan yg cukup
      2.   Kurangnya perangsang utk melakukan penanaman modal
      3.   Taraf pendidikan, pengetahuan dan keahlian masing-masing.
  
Faktor Luar Negeri Penghambat Pembangunan :
1.   Struktur Ekspor Kolonial
      Sebagian ekspor adalah barang-barang hasil pertanian, pertambangan, perikanan yg semuanya berbentuk bahan mentah. Bahan baku tersebut jenisnya sangat terbatas.
 
2.   Proses Sebab Akibat Komulatif
      Yaitu sebab-sebab dari bertambah buruknya perbedaan dalam tingkat pembangunan di berbagai daerah, dalam suatu negara.
  
      TEORI MENURUT MYRDAL
      1.   Back Wash Effect
            Yaitu pembangunan di daerah maju akan menciptakan hambatan yg lebih besar kepada daerah-daerah yang terbelakang.
 
      Penyebabnya :
            a.   Corak perpindahan penduduk yg masih muda & lebih terdidik
      b.   Corak aliran modal, kurangnya aliran / permintaan modal di daerah miskin. Karena modal lebih terjamin di daerah yg maju.
            c.   Jaringan transportasi, daerah maju yg lebih baik
 
      2.   SPREAD EFFECT
            Yaitu perkembangan daerah yg lebih maju dapat mendorong perkembangan di daerah yg miskin.
            -     Timbulnya barang hasil pertanian & kerajinan.